Home / Traveler Lifestyle  / Travel Guide  / Do & Don't  / 15 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Negara-Negara Ini

15 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Negara-Negara Ini

featured

SmailingExpress - Budaya yang memiliki arti baik di tempat asal kita bisa saja memiliki arti yang sangat bertolak belakang di tempat lainnya. Jadi agar terhindar dari situasi awkward atau tidak mengenakan saat travelling, kenali dulu larangan di beberapa tempat ini.

 

15.  China: Jangan Memberikan Jam atau Payung Sebagai Hadiah

konten-1

Sumber foto : http://lauracarroll.com/

Kenapa?

Dalam Bahasa Mandarin, kata “memberikan jam (送钟 /sòng zhōng)” terdengar seperti “menghadiri pemakaman (送终 /sòng zhōng)”. Hal ini dianggap membawa sial di budaya China.

Jangan juga memberikan jam pada orang lanjut usia karena akan dianggap sebagai  simbol bahwa waktu hidup orang itu sudah dekat akhirnya.

Sementara kata “payung (伞/sǎn)” dalam Bahasa Mandarin mirip dengan kata “putus (散/sàn)”.

Jadi jangan berikan payung pada sahabat atau kekasih yang punya latar belakang China.

 

14. Hungaria: Jangan “Cheers!” dengan Bir

konten-2

Sumber foto : http://wanderlust.com/

Kenapa?

“Tos” dengan bir untuk merayakan keberhasilan adalah hal lumrah di negara Barat pada umumnya. Tapi tidak dengan Hungaria. Jangan mencoba melakukannya di depan mereka atau Anda akan menyinggung rasa nasionalisme mereka.

 

Menurut legenda, pada tahun 1848 ketika Revolusi Hungaria dikalahkan oleh tentara dinasti Hapsburg, orang-orang Austria merayakannya dengan melakukan “tos” atau “cheers” dengan bir. Sejak saat itu orang Hungaria bersumpah tidak akan melakukan “tos” dengan bir.

 

13. Thailand: Jangan Sentuh Kepala Orang Lain

konten-3

Sumber foto : http://bontonholidays.com/

Kenapa?

Jika menyentuh kepala orang lain secara tidak sengaja di Thailand segeralah minta maaf. Pada budaya Thailand, menyentuh kepala orang lain dianggap sebagai penghinaan. Namun ada pengecualian. Menyentuh kepala dapat dilakukan oleh sepasang kekasih, suami istri, atau orang tua dan anak.

 

Amannya adalah tidak memegang kepala siapapun selama berada di Negeri Gajah Putih.

 

12. Singapura: Jangan Makan di Transportasi Umum

konten-4

Kenapa?

Singapura memiliki aturan ketat soal kebersihan kota. Dan sering kali aturan ini disertai denda. Pernah mendengar istilah “Singapore is Fine City”? Pelesetan kata “fine” yang bisa berarti “bagus” atau “denda”.  Karenanya makan atau minum di transportasi umum sangat dilarang. Jika melanggar bisa didenda 500 Dollar Singapura. Larangan ini dibuat agar menjaga transportasi tetap bersih.

 

11. Malaysia: Jangan Menunjuk dengan Telunjuk, Gunakan Ibu Jari

konten-5

Kenapa?

Menunjuk dengan jari telunjuk dianggap kurang sopan. Beberapa budaya di Indonesia juga memiliki kebiasaan seperti ini. Jadi rasanya tidak terlalu susah untuk menyesuaikan.

 

10. New Zealand: Jangan Membunyikan Klakson

konten-6

Di Jakarta, atau kota besar Indonesia lainnya membunyikan klakson adalah hal yang lumrah. Baik itu digunakan saat ingin mendahului kendaraan lain atau memberikan kode agar tidak menyeberang pada pejalan kaki. Namun hal ini ternyata tidak boleh dilakukan di New Zealand karena dianggap kurang sopan dalam berkendara.

 

Namun ada pengecualian untuk situasi-situasi darurat di mana boleh membunyikan klakson.

 

9. Italy: Jangan Tolak Makanan yang Ditawarkan

konten-7

Sumber foto : http://www.surprisingitaly.com/

Kenapa?

Orang yang hobi makan pastinya senang dengan aturan seperti ini. Di Italia orang suka sekali menawarkan makanan, apalagi jika kita adalah turis. Menolaknya dianggap tidak menghargai. Jadi siapkan perut dalam keadaan kosong kalau-kalau ada yang menawarkan pasta lezat. Nyam!

Jika memang harus menolak pastikan ke mereka bahwa kita sudah kenyang. *lalu sendawa

 

8. Jepang: Jangan Memberikan Tip

konten-8

Kenapa?

Merasa dilayani dengan baik saat makan di salah satu restoran lokal di Jepang, lalu tergerak ingin memberikan tip?

 

Jangan.

 

Tip bukan merupakan bagian dari budaya Jepang, bahkan sangat tidak diharapkan oleh karyawan restoran atau hotel.

 

Di sisi lain memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen adalah memang sudah menjadi budaya dan menjadi keharusan bagi mereka. Tak heran banyak turis mengatakan bahwa pelayanan di Jepang memang luar biasa.

 

Lumayan kan bisa menghemat.

 

Tapi jika kita memang tergerak untuk memberikan tip dan merasa orang tersebut layak mendapatkannya, lipat saja uang ke dalam kertas bersih atau amplop dan berikan sebagai hadiah.

 

7. Rusia: Jangan Memberikan Bunga dalam Jumlah Genap

Kenapa?

Sah-sah saja jika kita naksir pada gadis-gadis Rusia yang semampai dan ingin memberikan bunga sebagai tanda perhatian. Tapi pastikan jumlah bunga yang diberikan bukan genap.

Rangkaian bunga dalam jumlah genap hanya ada saat penguburan. Jadi jika kita memberikan bunga dalam jumlah genap sama saja dengan menginginkan perempuan itu mati. Hiii!

Jangan kaget jika ditinggal olehnya jika Anda tetap ngotot memberikan bunga dengan jumlah genap.

 

6. Brazil: Jangan Membuat Gestur “OK” di Brazil

Kenapa?

Biasanya kita memberikan sinyal “ok” dengan cara membuat lingkaran dengan menyentuhkan telunjuk ke ibu jari dan 3 jari lainnya berdiri ke atas.

Tapi jangan lakukan itu di Brazil.

Tanda “OK” yang biasa kita gunakan sama artinya dengan mengacungkan jari tengah di Amerika Serikat.

Jadi lebih baik katakan “OK” daripada menghina orang lain tanpa sengaja dengan gestur kita.

 

5. India: Jangan Menyentuh Lawan Jenis di Depan Umum

Kenapa?

Saat jalan-jalan di India pastikan kita tidak menyentuh lawan jenis di depan umum. Apalagi jika kita melakukannya kepada orang lokal.

 

Di India bersentuhan fisik dengan lawan jenis masih merupakan hal yang kurang patut dilakukan.

 

4. Belanda: Jangan Berjalan Pada Jalur Sepeda

Kenapa?

Belanda adalah salah satu negara yang ramah terhadap sepeda. Jadi jangan heran jika tiap jalan memiliki jalur sepeda. Tapi jangan sekali-kali berjalan di jalur ini karena  bisa tertabrak. Dan jika itu terjadi maka kita yang salah karena mengambil jalur sepeda.

 

3. Filipina: Jangan Menghabiskan Makanan

Kenapa?

Jika di Indonesia memakan makanan sampai piring bersih adalah tanda bahwa makanan itu enak, tidak begitu di Filipina. Jika kita menghabiskan makanan hingga piring bersih maka sama saja dengan mengatakan “makanannya kurang nih, kok kamu tega sih memberi makanan sedikit kepada saya”.  Biasanya yang memberikan makanan akan merasa tidak enak.

 

Jadi seenak apapun makanan yang ditawarkan, pastikan untuk menyisakan sedikit makanan di piring agar si pemberi tidak merasa dia adalah orang yang tak mampu melayani tamu.

 

2. Yunani: Jangan Mengarahkan Telapak Tangan ke Orang Lain

Kenapa?

Ingat posisi tangan kita saat menghentikan mobil yang lewat ketika menyebrang jalan? Nah, gestur ini sangat menghina sekali jika diarahkan pada orang lain. Gestur ini berarti “silakan ngomong terus selagi saya melaburi wajahmu dengan kotoran”.

 

Asal usul gestur ini berasal dari kerajaan Byzantium di mana pada waktu itu wajah para kriminal akan dilaburi oleh kotoran hewan dengan tangan oleh petugas penjaranya.

 

Untungnya untuk kita, gestur ini jarang sekali kita gunakan di Indonesia sehingga kesempatan kita menyinggung orang Yunani, kecil sekali.

 

1. Prancis: Jangan Bicarakan Tentang Uang atau Meminjam Uang

Kenapa?

Cara paling cepat membuat obrolan menarik kita dengan kenalan Prancis kita adalah membicarakan mengenai uang. Lebih cepat lagi jika meminjam uang.

 

Bagi orang Prancis, uang adalah privasi. Membicarakan uang akan membuat orang Prancis defensif karena mereka merasa kita sedang ingin masuk ke dalam ke hidupannya.

 

Jadi, lain kali bertemu dengan orang Prancis, jangan bicarakan tentang uang.

 

Share This:

marco.anthony@smailingtour.co.id

Review overview
NO COMMENTS

POST A COMMENT