Home / Places To Go  / 5 Festival “Nyeleneh” dari Jepang yang Bikin Garuk-Garuk Kepala

5 Festival “Nyeleneh” dari Jepang yang Bikin Garuk-Garuk Kepala

featured

SmailingExpress - Jepang memang selalu punya  inovasi-inovasi eksentrik yang muncul setiap tahunnya. Entah itu di bidang fashion, komik, musik  budaya pop, atau bahkan elektronik. Tapi tahukah kamu jika sifat eksentrik ini memang sudah ada dari masyarakat Jepang zaman dulu. Ini dapat dilihat dari festival-festival budaya mereka. Saking nyeleneh-nya, dijamin kamu akan melongo atau bahkan tertawa melihatnya. Tidak percaya? Yuk, kita lihat daftar festival nyentrik khas Jepang.

 

5. Hitori Zumo

Kapan: Mei dan September

Dimana: Pulau Omi, Ehime

 

Sumo adalah salah satu olah raga yang menjadi ikon negara matahari terbit. Sumo biasa dilakukan oleh dua orang pegulat berbadan gempal, mengenakan cawat, dan berusaha mendorong satu sama lain keluar dari ring dalam sebuah pertandingan yang epik.

 

Nah, dalam festival Hitori Zumo, kita dapat menyaksikan pergulatan seru antara seorang pegulat dengan lawan yang tak kalah epiknya – udara. Ya, kamu tak salah baca. Bergulat. Melawan. Udara.

 

Hitori Zumo, dalam Bahasa Jepang berarti sumo sendirian, diadakan untuk memohon panen yang baik. Pada festival ini seorang pesumo bergulat sendirian seolah-olah sedang melawan roh padi. Menurut kepercayaan. Hasil dari gulat tadi akan menentukan hasil panen untuk tahun itu. Menonton pria gemuk bercawat bergulat sendirian tentunya menjadi tontonan lucu dan berkesan.

 

4. Naki Sumo

konten-2

Kapan: Mei

Dimana: Kuil Senso-ji, Tokyo

 

Masih berhubungan dengan sumo, festival yang satu ini tidak kalah nyelenehnya. Festival ini dilakukan oleh dua orang pesumo yang  masing-masing menggendong anak bayi.  Kemudian seorang ada seorang wasit akan mengenakan topeng seram untuk menakut-nakuti anak bayi tadi. Siapa yang tangisannya paling panjang dan keras dialah yang menang. Jahil banget, ya.

 

Festival yang berasal dari 400 tahun lalu ini dipercaya dapat membuat bayi tetap sehat. Meski begitu, tidak diketahui asal usul jelas dari Naki Sumo namun yang pasti festival ini menarik untuk dilihat jika sedang berlibur ke Tokyo.

 

3. Hokkai Heso Matsuri

konten-3

Kapan: 28-29 Juli

Dimana: Furano, Hokkaido

 

Jika Turki memiliki tari perut, Jepang juga punya – tari pusar lebih tepatnya – dengan penari laki-laki. Di festival ini ratusan laki-laki dengan berbagai bentuk perut bergambar wajah lucu menari di tengah jalan dengan kostum aneh dan topi besar. Dijamin Anda akan ngakak melihat tingkah ratusan “manusia perut” berjoget seru. Festival ini penuh dengan suasana fun, lucu, dan penuh energi yang pastinya tidak boleh dilewatkan oleh para turis yang berkunjung ke Hokkaido.

 

Menurut masyarakat setempat festival ini diadakan sebagai lambang pemersatu masyarakat Hokkaido yang hidup tersebar di pulau tersebut. Jika Hokkaido adalah badan manusia maka Furano adalah pusarnya, karena itulah dengan adanya festival ini masyarakat Hokkaido diharapakan dapat berkumpul di satu tempat dan berbagi keceriaan.

 

2. Hadakka Matsuri

konten-4

Kapan: Februari

Dimana: Kuil Saidaji, Okayama

 

Jika 3 festival di atas masih kurang aneh, festival ini membawa kata “aneh” ke level lebih tinggi. Jika ada satu laki-laki berlari telanjang di jalan pastinya kita akan menganggap itu orang gila – atau exhibitionist tingkat tinggi. Nah, bagaimana jika yang lari telanjang ada ribuan? Speechless. Nah, itulah yang terjadi di Hadaka Matsuri.

 

Dalam festival ini ada sekitar 9000 laki-laki berlari-lari dengan cawat memperebutkan jimat keberuntungan yang dilemparkan oleh pendeta Shinto. Menurut kepercayaan setempat jika berhasil mendapatkan jimat tersebut maka orang itu akan beruntung sepanjang tahun. Tak heran jumlah pesertanya sangat banyak dan sangat bernafsu mendapatkan jimat tersebut. Meski lucu ternyata Hadaka Matsuri merupakan festival bersifat keagamaan.

 

Festival tahunan ini wajib untuk disaksikan jika kita suka mencari keunikan lokal dari tempat wisata yang kita kunjungi. Kapan lagi melihat 9000 pria lari-lari mengenakan cawat tanpa dianggap gila, ya kan? Atau kamu mau ikutan juga?

 

1. Kanamara Matsuri

konten-5

Kapan: Minggu pertama di bulan April

Dimana: Kuil Kanayama, Kawasaki

 

 Penis. Penis everywhere. Inilah yang akan muncul dalam benak kita ketika menyaksikan festival yang menempati urutan pertama dari daftar festival nyeleneh  ini.

 

Kanamara, yang berarti penis besi dan matsuri yang berarti festival dalam Bahasa Jepang, menjadikan “barangnya laki-laki” sebagai tema utamanya. Jangan kaget ketika melihat perempuan atau laki-laki menggotong “otong” raksasa berwarna pink (kenapa harus pink!?), melihat bocah perempuan atau nenek-nenek menjilati permen stik berbentuk “anu”, atau melihat seluruh pernak-pernik yang ada di festival ini  berbentuk kemaluan laki-laki.

 

Bagi kita orang Indonesia tentu terkejut dan terkesima melihat festival seperti ini. Tapi sebelum beranggapan ini adalah festival mesum, perlu diketahui bahwa Kanamara Matsuri adalah festival keagamaan. Asal usul festival ini berasal dari legenda seorang perempuan yang kerasukan setan yang membuat kemaluannya bergigi. Saat malam pertama kemaluannya menggigit kemaluan suaminya hingga putus. Akhirnya wanita tersebut meminta seorang pandai besi membuat kemaluan laki-laki dari besi agar merontokkan gigi setan tadi. Kemaluan besi tersebut akhirnya diletakkan di dalam kuil sebagai barang pusaka.

 

Festival ini tentunya akan membuat kenangan unik tersendiri ketika berlibur di Jepang.

Share This:

marco.anthony@smailingtour.co.id

Review overview
NO COMMENTS

POST A COMMENT